Clone / Migrasi Website Server to Server tanpa ribet download file !

Disini kentos menggunakan VPS ubuntu dengan server management RunCloud. Proses migrasi server memang sangat melelahkan dan membosankan. Terlebih lagi jika ukuran file yang tidak kecil lagi. Ukuran file dibawah 1GB mungkin masih bisa di download ke komputer atau laptop terlebih dahulu baru kita upload ke server baru. Namun jika file ini sudah mencapai 5GB apakah sobat kentos mau download dahulu? Tentu akan sayang sekali membuang banyak kuota hanya untuk hal ini.
Karena itu kentos disini mau share cara migrasi server tanpa perlu download file ke komputer atau laptop, melainkan server to server. Yuk langsung saja berikut cara cloning atau migrasi server ke server baru.

$ scp /home/superuser/domain.com/production.zip <your-superuser>@<staging-server-ip>:/home/superuser/domain.com
$ scp /home/superuser/domain.com/production.sql <your-superuser>@<staging-server-ip>:/home/superuser/domain.com

jika sobat kentos tidak ingin mengkompres file atau mungkin kapasitas server tidak mencukupi untuk melakukan zip maka bisa dengan menyalin seluruh file dan folder secara langsung dengan command dibawah :

$ scp -r /home/superuser/* <your-superuser>@<staging-server-ip>:/home/superuser/domain.com

Jika tidak melakukan kompresi file maka bisa langsung ke step berikutnya, namun jika file dalam bentuk zip maka perlu di ekstrak terlebih dahulu dengan command :

$ sudo unzip /home/superuser/domain.com/production.zip

RunCloud alternatif ServerPilot Murah Meriah !! Tapi …

Jika sobat kentos terbiasa menggunakan VPS / Server dan tidak mau repot menggunakan terminal untuk mengelola website. Tentu tidak asing dengan salah satu Control Panel satu ini, yaitu ServerPilot. Server Pilot memang control panel favorit para pengguna WordPress tentunya. Karena mudah dan stabil tidak sedikit yang menggunakannya dan tentu ada sedikit yang kurang kentos sukai disini.
Apa itu? yaitu biaya. ServerPilot mebebankan $10/bulan/server. Nah kalo punya banyak server tekor juga…
Tetapi tanpa disengaja kentos menemukan Control Panel alternatif yang bisa dibilang masih baru. RunCloud adalah control panel yang mengunggulkan fitur hybrid nginx+apache yang cepat untuk load sebuah website. Untuk biaya yang dibebankan memang sama yaitu $10/bulan tetapi tidak untuk satu server saja melainkan $10/bulan untuk semua server yang sobat kentos punya.. haha.. mantap betul bukan.. ??
Penasaran dengan RunCloud? Klik runcloud.io
Oke.. Kentos tidak akan mereview banyak tentang RunCloud disini. Melainkan hanya ingin memberitahu masalah yang dialami ketika menggunakan fitur hybrid nginx+apache.
Jadi fitur hybrid nginx+apache ini akan membagi tugas, file statis seperti html, css, js, image, xml akan diproses oleh nginx sedangkan file dinamis akan diproses oleh Apache2 + PHP-FPM.
Kendala muncul ketika kentos akan menggunakan plugin favorit yaitu byrev wp picshield tidak bekerja sebagaimana mestinya.
Karena sudah diketahui tugas-tugas mereka kentos langsung menuduh nginx sebagai pelakunya karena .htaccess tidak terbaca oleh apache2.
Kentos mencari cari dimana letak config nginx dan ketemu di

/etc/nginx-rc/conf.d/namadomain.d

kemudian edit file main.conf dengan perintah

nano main.conf

Cari location yang menyebut sebuah ekstensi gambar seperti gif, png, jpg dan jpeg.
Sebelumnya terlihat seperti ini :

location ~ .(ico|css|gif|jpe?g|png|gz|zip|flv|rar|wmv|avi|css|js|swf|png|htc|mpeg|mpg|txt|otf|ttf|eot|woff|svg|html)$ {

dan kentos ubah menjadi seperti ini :

location ~ .(ico|css|gz|zip|flv|rar|wmv|avi|css|js|swf|png|htc|mpeg|mpg|txt|otf$

Sudah tinggal reload aja config nginx dengan perintah dibawah :

systemctl reload nginx-rc

Silahkan coba lagi. 🙂

Cara Akses Root Google Cloud Platform via Putty Bitvise Filezilla atau WinSCP

Cara Akses Root Google Cloud Platform via Putty Bitvise Filezilla atau WinSCP – Menggunakan Compute Engine atau disebut Virtual Mechine dari Google ini bisa dibilang powerfull. Ya jelas saja. Google merilis layanan ini tidak sembarangan. Untuk keperluan Web Server atau Apps Server sangatlah puas sekali saya gunakan.
Untuk mengakses server bisa melalui Dashboard Google Cloud Platform di menu VM instances. Disana akan tampil pilihan SSH untuk VM bersistem operasi Linux dan RDP untuk VM bersistem operasi Windows. Karena disini menggunakan Linux OS pada VM yang saya gunakan maka klik SSH (biasanya klik sekali akan diblokir oleh browser, coba klik sekali lagi sampai muncul popup window console).
Dari situ sudah dapat mengakses VM via console seperti di putty atau terminal. Namun jika tidak terbiasa dengan CLI dan terbiasa dengan explorer sperti pada bitvise, filezilla atau winscp akan kebingungan. Karena secara default Google Cloud Platform juga tidak mengijinkan akses root langsung dari luar / pihak ketiga.
Agar dapat mengakses root dari putty, Filezilla dan lain-lain maka harus melakukan langkah-langkah di bawah ini :
Akses Console SSH yang sudah dijelaskan di atas tadi. Kemudian ketikan “sudo passwd root” untuk membuat password root yang baru.
Jika sudah, masuk sebagai root dengan cara ketikan “sudo -s” atau “sudo su“.
Jika sudah masuk sebagai root ketikan “nano /etc/ssh/sshd_config” kemudian ubah beberapa baris di config ssh seperti “PermitRootLogin no” di ganti “PermitRootLogin yes“. Dan satu lagi “PasswordAuthentication no” menjadi “PasswordAuthentication yes“. Jika sudah silahkan keluar dan simpan config yang sudah diubah tadi dengan cara menekan dan ctrl+x kemudian ketik “y” dan enter.

Agar config SSH yang sudah diubah tadi berkerja, restart terlebih dahulu service SSH yang sedang berjalan dengan mengetikan “sudo service sshd restart“.
Sekarang silahkan coba login root dengan aplikasi pihak ketiga favorit kalian. Terima kasih sudah baca Cara Akses Root Google Cloud Platform via Putty Bitvise Filezilla atau WinSCP.

Koneksi huaweii dengan UMTSMon di Linux Ubuntu

Koneksi huaweii dengan UMTSMon di Linux Ubuntu -?Linux Ubuntu kini banyak digemari oleh kalangan manusia yang bermigrasi dari OS windows. Yang memberikan kita kurang bebas menggunakan Operating System tersebut karena banyak prgram – program windows yang diharuskan kita untuk membeli. Itu program aplikainya, orang Operating System-nya saja bajakan mau gimana hayo. . ?? 😀

Makanya sekarang ini banyak orang sudah mulai bermigrasi ke linux ubuntu khususnya yang memberikan kemudahan layaknya windows.

Baik untuk kali ini bukan membahas tentang linux ubuntu namun saya akan sedikit membantu kalian yang kesulitan dalam Switch GPRS/EDGE only atau 3G only. Pastinya bagi pengguna huaweii di windows biasa melakukan itu dengan menggunakan aplikasi Mobile Data Monitoring Application atau sering disebut – sebut dengan MDMA. Dengan mudahnya kita bisa merubah dalam mode 3G Only ataupun GPRS/EDGE only. Aplikasi ini sangat lah digemari sebagian pengguna huawei karena praktis.

Nah, pada kesempatan yang berbahagia ini saya mau memberitahu bahwa di linux ubuntu juga bisa menggunakan modeswitch dari GPRS/EDGE ke 3G only jadi kita tidak perlu susah – susah mampir ke windos dulu untuk ngrubah mode ke 3G only. Sebelumya emang bisa dibilang tidak bisa mengubah mode GPRS/EDGE ke 3G only maupun sebaliknya di linux Ubuntu tapi setelah sekian lama saya search di google akhirnya ketemu juga dan akan saya paparkan disini.

Nama software tersebut adalah UMTSMon yang bisa kalian dapatkan dengan gratis, jelas dong gratis emangnya software di windows. . . 😀

Baiklah berikut ini langkah – langkahnya :

  1. Pastikan komputer/laptop kalian terkoneksi ke internet.
  2. Download UMTSMon.
  3. Extract UMTSMon dengan printah di terminal ” tar -zxvf umtsmon-0.10alpha2.i386.tar.gz “.
  4. Stelah selesai di Extract masuk ke direktori ” umtsmon-0.10alpha2 ” denagn perintah di terminal ” cd umtsmon-0.10alpha2/ “.
  5. Ketikan sudo ./umtsmon untuk menjalankan UMTSMon.

Yang akan muncul ketika kalian telah berhasil adalah seperti gambar ?di bawah ini :

Contoh saya menggunakan provider 3 ( dapet sinyal gprs ).

Setting profil internet ( connecton – manage profile – add profil ) yang akan kalian pakai, isi dengan benar. Apabila sudah terisi semua klik save.

Settinagn pun sama menurut provider masing – masing. Karena saya menggunakan 3 maka APN, usename, dan password saya isi dengan 3data ( paket yang 25 ribu/bulan +PPN ).

Pilih Radio Preferences untuk mengubah mode dari gprs ke 3g only misal.

Setelah selesai klik OK dan klik icon no.2 dari sebelah kiri untuk mulai koneksi.

Sekian dulu artikel dari saya semoga bisa sedikit membantu kalian.

Cara Install CentminMod (Linux,Nginx, MariaDB MySQL dan PHP-FPM)

Kebutuhan web server yang sudah sangat berat atau hanya ingin belajar saja, VPS memang diperlukan. Untuk membuat Web server dibutuhkan beberapa service yang terinstall di VPS. Setelah terinstall kita juga harus melakukan konfigurasi agar bisa digunakan. Sangat ribet kedengarannya. Tapi ternyata tidak seribet yang dibayangkan karena ada sebuah aplikasi memejemen service web server.
Tidak seperti cPanel, Kloxo, VistaCP atau Webuzzo. CentminMod ini berbasi command atau CLI, jadi tidak ada GUI. Jadi buat kamu pendatang baru VPS ini tidak disarankan. Tapi kalo nekat mau coba tidak ada salahnya jika kamu mau belajar. CentminMod ini berjalan pada CentOS berbeda dengan EasyEngine yang berjalan pada Debian atau Ubuntu. Tapi untuk kegunaan dan fiturnya hampir sama. Hanya saja CentminMod menawarkan lebih banyak opsi yang membuat kentos ingin mencobanya.
Baca juga : Cara Mudah install WordPress dengan EasyEngine di VPS Debian
CentminMod saat ini hanya bisa berjalan di CentOS 6 dan 7 saja dengan arsitektur 32bit maupun 64bit. Besar memori RAM yang disarankan sebesar 1GB kalau tapi saat ini kentos coba dengan VPS 512MB yang disediakan oleh DigitalOcean. Yang belum punya VPS atau ingin coba DigitalOcean bisa langsung ke link https://www.kentos.org/go/digitalocean/
Sebelum memulai pastikan VPS kamu sudah siap dan masih fresh. Jika belum silahkan buat VPS kamu jadi fresh dengan reinstall OS dengan CentOS 6 atau 7.
Yang pertama dilakukan mari update dulu

yum update

Lakukan instalasi menggunakan Quick CURL install

yum -y update; curl -O https://centminmod.com/installer.sh && chmod 0700 installer.sh && bash installer.sh

Jika sukses akan muncul seperti ini

---------------------------------------------------------------------------
Total Curl Installer YUM Time: 92.0033 seconds
Total YUM Time: 43.166100082 seconds
Total YUM + Source Download Time: 58.0522
Total Nginx First Time Install Time: 135.9561
Total PHP First Time Install Time: 130.5067
Download Zip From Github Time: 4.1942
Total Time Other eg. source compiles: 206.9870
Total Centmin Mod Install Time: 531.5020
---------------------------------------------------------------------------
Total Install Time (curl yum + cm install + zip download): 627.6995 seconds
---------------------------------------------------------------------------

Selamat kamu sudah berhasil install CentminMod di VPS CentOS.
Atau ini terlalu pusing? Bisa coba Serverpilot dengan berbagai fitur premium dan support dari mereka. https://www.kentos.org/go/serverpilot/

Cara Install Admin tools / PhpMyAdmin di Easy Engine

Diartikel sebelumnya sudah dibahas cara install EasyEngine di VPS Ubuntu atau Debian namun ternyata ada yang tertinggal. Jika terbiasa memanajemen database mysql menggunakan phpMyAdmin maka akan dibuat bingung karena tidak adanya phpMyAdmin dalam paket ketika instalasi. Untuk itu akan ditambahkan disini cara install Admin tools di Easy Engine. Dalam paket Admin tools ini terdapat macam-macam tools admin yang bisa digunakan untuk mengelola server nantinya, yaitu Adminer, phpMyAdmin, phpMemcachedAdmin, FastCGI cleanup script, OPcache, Webgrind, Anemometer.

Bagaimana cara install Admin tools?

Ternyata tidak sulit, karena semua memang sudah dibungkus oleh Easy Engine hanya saja dipisahkan seuai keinginan user.

Install Admin tools

Yang berisi Adminer, phpMyAdmin, phpMemcachedAdmin, FastCGI cleanup script, OPcache, Webgrind, Anemometer.

ee stack install --admin

atau

ee stack install --phpmyadmin

Jika ingin meng-install phpMyadmin saja.
Cara install phpMyadmin di EasyEngine
Jika ada pertanyaan mengenai cara Install Admin tools / PhpMyAdmin di Easy Engine silahkan tanyakan di komentar.

Tidak Bisa Akses Partisi Hardisk Windows di Ubuntu? Gini Caranya…

Ketika kita menggunakan sistem operasi windows sebelumnya dan saat ini menggunakan sistem operasi Ubuntu (linux) tentu saja butuh yang namanya penyesuaian. Pasti muncul beberapa yang tidak bisa langsung digunakan seperti software aplikasi. Salah satu yang akan dibahas disini ialah partisi hardisk yang tidak bisa dibaca atau di mount ketika menggunakan Ubuntu.
Masalah ini timbul lantaran partisi yang digunakan adalah NTFS yang digunakan untuk Windows. Baik itu hardisk internal atau eksternal bisa saja mengalami masalah ini. Error yang muncul kurang lebih seperti di bawah ini :

Unable to access “Multimedia”
Error mounting /dev/sdd6 at /media/kentos/Multimedia: Command-line `mount -t “ntfs” -o “uhelper=udisks2,nodev,nosuid,uid=1000,gid=1000” “/dev/sdd6” “/media/kentos/Multimedia”‘ exited with non-zero exit status 14: The disk contains an unclean file system (0, 0).
Metadata kept in Windows cache, refused to mount.
Failed to mount ‘/dev/sdd6’: Operation not permitted
The NTFS partition is in an unsafe state. Please resume and shutdown
Windows fully (no hibernation or fast restarting), or mount the volume
read-only with the ‘ro’ mount option.

Tidak perlu panik karena ini masalah karena pada sistem operasi windows sebelumnya dalam keadaan hibernasi,sleep atau bahkan mati mendadak karena arus terputus mendadak (mati listrik). Atau mungkin saja ada masalah lain yang belum diketahui (mohon tambahannya jika ada).

Cara mengatasi error mounting partisi NTFS di ubuntu

Berikut cara mengatasi Failed to mount ‘/dev/sddx’: Operation not permitted :
Buka terminal
Ketik sesuai lokasi partisi misal sdd6 maka ketikan sudo ntfsfix /dev/sdd6
Setelah mengetikan perintah tadi akan muncul

[email protected]:~$ sudo ntfsfix /dev/sdd6
Mounting volume… The disk contains an unclean file system (0, 0).
Metadata kept in Windows cache, refused to mount.
FAILED
Attempting to correct errors…
Processing $MFT and $MFTMirr…
Reading $MFT… OK
Reading $MFTMirr… OK
Comparing $MFTMirr to $MFT… OK
Processing of $MFT and $MFTMirr completed successfully.
Setting required flags on partition… OK
Going to empty the journal ($LogFile)… OK
Checking the alternate boot sector… OK
NTFS volume version is 3.1.
NTFS partition /dev/sdd6 was processed successfully.

Dan cobalah kembali untuk mengakses partisi yang tidak bisa diakses tadi. Bagaimana hasilnya?

Install WordPress Ringan dengan EasyEngine di VPS Ubuntu Debian

Membangun blog atau website terlihat mudah ketika masih memiliki visitor yang sangat minim atau bahkan belum ada visitor sama sekali. Lalu bagaimana jika visitor sudah “mbludag” hingga ribuan atau puluhan ribu dengan konfigurasi biasa? Tentu buntu spesifikasi VPS yang tinggi, atau bahkan disarankan untuk menggunakan Dedicated Server.
Pada kesempatan yang bahagia ini kentos mau berbagi apa yang sudah dilakukan beberapa waktu terakhir ini. Ya, bagaimana agar website atau blog wordpress menjadi ringan walau menggunakan VPS dengan RAM minim?
Salah satu caranya adalah menggunakan Easy Engine. Apa itu Easy Engine? EasyEngine (ee) adalah python berdasarkan kontrol baris perintah panel untuk mengatur nginx server bisa berjalan pada Ubuntu dan Debian Linux untuk HTML, PHP, MySQL, HHVM, PageSpeed dan WordPress situs.
Ya, mungkin banyak yang takut menggunakan Nginx karena sudah terbiasa menggunakan Apache2 karena sudah banyak mod dan lebih familiar yang jelas. EasyEngine, dengan array perintah, jauh lebih mudah untuk digunakan dibandingkan Apache, untuk kebutuhan webserver.
Sebagai interface menggunakan nginx, diketahui untuk melakukan lebih baik dan lebih cepat dari Apache, terutama ketika jumlah pengunjung situs bersamaan terus meningkat. Demgan EasyEngine mengelola situs lalu lintas tinggi dibuat menjadi mudah!

Fitur yang diberikan EasyEngine

Complete Setup – Install NGINX, PHP, MySQL, Postfix and dependencies in a single command
HHVM & PageSpeed Support – Boost WordPress sites by enabling HHVM and PageSpeed using a single command
Caching Options – Use W3Total Cache, WP Super Cache & Nginx?s FastCGI Cache.
Config Optimization – Automatically tweaks server configuration as per available hardware resources
Automatic Updates – Update EasyEngine for new feature with one simple command: ee update
Git-Backed Changes – All config changes are saved using Git so feel free to play with config!

Cara Install EasyEngine di VPS Ubuntu atau Debian

Note: EasyEngine hanya bisa berjalan di Ubuntu 12.04 dan? 14.04 atau Debian 7 dan 8 saja!

Untuk menginstallnya pun cukup mudah dengan mengikuti 2 baris perintah ini saja :

wget -qO ee rt.cx/ee && sudo bash ee     # install easyengine
sudo ee site create example.com --wp    # install wordpress on example.com

atau bisa juga

ee site create example.com --wp # install wordpress without any page caching
ee site create example.com --w3tc # install wordpress with w3-total-cache plugin
ee site create example.com --wpsc # install wordpress with whisp-super-cache plugin
ee site create example.com --wpfc # install wordpress + nginx fastcgi_cache
ee site create example.com --wpredis # install wordpress + nginx redis_cache

Setelah install dan menambahkan domain ke VPS maka proses selesai. Untuk masuk ke admin panel EasyEngine dengan cara mengakses http://ip-vps:22222.
Baca Juga : Cara Install phpMyadmin pada EasyEngine
Untuk keamanan bisa mengganti username dan password dengan cara dibawah ini :

ee secure --auth [Optional user name] [Optional password]

Mengganti port control panel :

ee secure --port [Optional port no]

Mengganti password WordPress admin :

ee site update example.com --password

Selesai sudah cara Install WordPress Ringan dengan EasyEngine di VPS Ubuntu Debian. Untuk perintah2 lainnya bisa langsung mengunjingi https://easyengine.io atau akan kentos buatkan diartikel selanjutnya.

Cara install XCache di CentOS agar load website jadi kencang

Cara install XCache di CentOS agar load website jadi kencang ini adalah artikel lanjutan dari artikel sebelumnya mengenai cara install Kloxo-MR di VPS Centos dan cara install ioncube loader di VPS CentOS pada Kloxo-MR.
XCache adalah modul PHP dimana digunakan untuk menyimpan cache webserver agar load website menjadi lebih ringan atau kencang. Cara kerja XCache ini adalah meng-cache script PHP yang pernah dicompile dalam memory. XCache dapat mempercepat kinerja PHP pada server dengan cara menghilangkan waktu kompilasi script PHP dengan caching yang dikompilasi dari script PHP ke dalam RAM dan menggunakan script PHP yang sudah terkompilasi tersebut langsung dari RAM.

Cara install XCache di CentOS agar load website jadi kencang

Dini kentos menggunakan PHP 5.3.29 alias php53u.
PHP Brach php53u Kloxo MR
Setelah menginstall Kloxo MR dan akan menggunakan cache webserver maka diperlukan XCache ini untuk melakukan caching. Sebelum ke tahap install, terlebih dahulu cek modul PHP yang telah terinstall dengan cara :

php -v

contoh hasilnya :

[[email protected] ~]# php -v
PHP 5.3.29 (cli) (built: Aug 14 2014 12:38:37)
Copyright (c) 1997-2014 The PHP Group
Zend Engine v2.3.0, Copyright (c) 1998-2014 Zend Technologies
    with the ionCube PHP Loader v4.6.1, Copyright (c) 2002-2014, by ionCube Ltd.
[[email protected] ~]#

Yang sudah terinstall barulah ionCube PHP Loader. Mari dimulai proses install XCache dengan cara berikut :
Cek dulu ketersediaan package dengan perintah yum list php53u-xcache* jika menggunakan php53u.

[[email protected] ~]# yum list php53u-xcache*
Loaded plugins: fastestmirror, priorities, protectbase, replace, security
Loading mirror speeds from cached hostfile
 * mratwork-epel: mirror.us.xxx.net
 * mratwork-ius-stable: mirror.symnds.com
0 packages excluded due to repository protections
Available Packages
php53u-xcache.i686                  3.1.0-1.ius.el6         mratwork-ius-archive
php53u-xcache-debuginfo.i686        3.1.0-1.ius.el6         mratwork-ius-archive
[[email protected] ~]#

Ditemujan 2 packages, untuk menginstall langsung keduanya gunakan perintah berikut :

yum install php53u-xcache*

Hasil saat Proses install XCache

[[email protected] ~]# yum install php53u-xcache*
Loaded plugins: fastestmirror, priorities, protectbase, replace, security
Setting up Install Process
Loading mirror speeds from cached hostfile
 * mratwork-epel: mirror.us.xxx.net
 * mratwork-ius-stable: mirror.symnds.com
0 packages excluded due to repository protections
Resolving Dependencies
--> Running transaction check
---> Package php53u-xcache.i686 0:3.1.0-1.ius.el6 will be installed
---> Package php53u-xcache-debuginfo.i686 0:3.1.0-1.ius.el6 will be installed
--> Finished Dependency Resolution
Dependencies Resolved
================================================================================
 Package                  Arch  Version             Repository             Size
================================================================================
Installing:
 php53u-xcache            i686  3.1.0-1.ius.el6     mratwork-ius-archive  108 k
 php53u-xcache-debuginfo  i686  3.1.0-1.ius.el6     mratwork-ius-archive  244 k
Transaction Summary
================================================================================
Install       2 Package(s)
Total download size: 352 k
Installed size: 1.5 M
Is this ok [y/N]: y
Downloading Packages:
(1/2): php53u-xcache-3.1.0-1.ius.el6.i686.rpm            | 108 kB     00:00
(2/2): php53u-xcache-debuginfo-3.1.0-1.ius.el6.i686.rpm  | 244 kB     00:00
--------------------------------------------------------------------------------
Total                                           612 kB/s | 352 kB     00:00
Running rpm_check_debug
Running Transaction Test
Transaction Test Succeeded
Running Transaction
  Installing : php53u-xcache-debuginfo-3.1.0-1.ius.el6.i686                 1/2
  Installing : php53u-xcache-3.1.0-1.ius.el6.i686                           2/2
  Verifying  : php53u-xcache-debuginfo-3.1.0-1.ius.el6.i686                 1/2
  Verifying  : php53u-xcache-3.1.0-1.ius.el6.i686                           2/2
Installed:
  php53u-xcache.i686 0:3.1.0-1.ius.el6
  php53u-xcache-debuginfo.i686 0:3.1.0-1.ius.el6
Complete!
[[email protected] ~]#

Hasil setelah XCache terinstall

[[email protected] ~]# php -v
PHP 5.3.29 (cli) (built: Aug 14 2014 12:38:37)
Copyright (c) 1997-2014 The PHP Group
Zend Engine v2.3.0, Copyright (c) 1998-2014 Zend Technologies
    with XCache v3.1.0, Copyright (c) 2005-2013, by mOo
    with the ionCube PHP Loader v4.6.1, Copyright (c) 2002-2014, by ionCube Ltd.
    with XCache Optimizer v3.1.0, Copyright (c) 2005-2013, by mOo
    with XCache Cacher v3.1.0, Copyright (c) 2005-2013, by mOo
    with XCache Coverager v3.1.0, Copyright (c) 2005-2013, by mOo
[[email protected] ~]#

Dah… Selesai juga install XCache di CentOS agar load website jadi kencang. Silahkan di konfigurasi sendiri script php cachingnya.

Cara Install Dropbear SSH di VPS Ubuntu / Debian

Kebetulan teman ada yang nanya, bagaimana mengoptimasi Virtual Private Server atau yang dikenal dengan VPS. Jika spesifikasi VPS tersebuta termasuk tinggi mungkin teman saya tidak punya pikiran untuk mengoptimasi karena semua akan baik-baik saja. Namun karena VPS yang ia gunakan terbatas, terutama disisi RAM maka muncullah pertanyaan tersebut.
Untuk webserver dengan RAM imut sebesar 128 MB banyak yang mengatakan mustahil, tapi benar juga jika, tidak melakukan optimasi. Dengan melakukan optimasi dan membuktikan maka semua akan nyata!
Salah satunya menggunakan SSH yang hemat RAM yaitu dengan mengganti OpenSSH dengan Dropbear.

Cara Install Dropbear SSH di Ubuntu / Debian VPS

Berikut saya paparkan langkah-langkah install SSH dropbear di Ubuntu atau Debian:

sudo apt-get update
sudo apt-get install dropbear
nano /etc/default/dropbear

Setelah itu silahkan melakukan konfigurasi sebagai berikut:

NO_START=0
# the TCP port that Dropbear listens on
DROPBEAR_PORT=2323

NO_START ubah menjadi 0 agar service berjalan dan isikan DROPBEAR_PORT sesuai port SSH kalian.
Jalankan service dropbear:

service dropbear start

Kemudian coba akses menggunakan SSH dropbear. Jika sukses silahkan hapus service OpenSSH (jika ingin dihapus) dengan perintah di bawah:

sudo apt-get remove openssh-server

Selasi sudah cara install dropbear SSH di VPS Ubuntu / Debian. Untuk tutorial optimasi VPS lainnya simak terus diartikel kentos berikutnya.